Senin, 26 Desember 2011

KEMACETAN AKIBAT AKTIVITAS PASAR DAN ANGKUTAN UMUM DI JALAN DR.CIPTO KABUPATEN BATANG

Kabupaten Batang merupakan salah satu wilayah yang dilalui oleh jalur pantura yang menghubungkan kota-kota besar seperti Jakarta, Tegal, Pekalongan, Semarang, dan Surabaya. Pada saat arus mudik lebaran, Kabupaten Batang, khususnya di pusat kotanya mengalami permasalahan transportasi yaitu kemacetan. Kemacetan sering terjadi di ruas Jalan Dr.Cipto, terutama di sekitar perempatan pasar pagi Kota Batang. Kemacetan ini disebabkan oleh banyaknya angkutan umum, baik mobil angkot, minibus, maupun becak yang ngetem atau menunggu penumpang. Kemacetan ini sering terjadi pada jam-jam dimana masyarakat melakukan aktivitas ke pasar dan perjalanan lokal yaitu pukul 07.00-14.00 saat mudik hari raya idul fitri maupun saat arus balik tiba.
Jalan Dr.Cipto merupakan trayek angkutan umum yang biasanya menampung penumpang dari Pasar Batang yang terletak di jalur pantura (Jl.Jendral Sudirman). Lebar jalan ini hanya 8 meter, namun banyak angkutan umum yang memarkir kendaraan secara vertikal di tepi dua lajur jalan sehingga mengakibatkan sempitnya ruang jalan yang tersisa untuk kendaraan lain melewati jalan tersebut. Apalagi, pada musim lebaran banyak aktivitas masyarakat untuk membeli kebutuhan sehari-hari, serta pergerakan lain dari masyarakat setempat yang melewati jalan tersebut, sehingga arus lalu lintas di Jalan Dr.Cipto sering terhambat. Bahkan tak jarang arus lalu lintas mati total akibat adanya tumbukan kendaraan yang akan menuju ke Jl.Dr Cipto dari arah Jl.Gajah Mada dengan kendaraan yang akan masuk ke Jl.Dr.Cipto dari arah Jl. Jendral Sudirman. Hingga saat ini belum ada tindakan dari dinas perhubungan untuk mengatasi kemacetan tersebut. Meskipun kemacetan yang terjadi masih tergolong ringan namun sebaiknya dilakukan penanganan permasalahan transportasi yang ditinjau dari aspek A (Activities) dan T (Transortation) yaitu sebagai berikut:
1.Activity
  • Memberlakukan jalur searah dari Jalan Jendral Sudirman ke Dr.Cipto sampai dengan pertigaan ke Jl. Gajah Mada pada jam-jam kemacetan.
  • Pengalihan lalu lintas dari Jalan Gajah Mada ke Jalan Dr.Cipto ke Jl. Jendral Sudirman.
  • Penataan sistem parkir angkutan umum dengan cara parkir horizontal bagi kendaraan roda empat di satu sisi jalan saja sehingga tidak terlalu mengambil banyak badan jalan.
  • Pemberlakuan peraturan tentang kendaraan apa saja yang boleh melintasi Jl.Dr Cipto mengingat lebar jalan yang sempit.
2. Transportation
  • Penambahan rambu lalu lintas berupa larangan berhenti di sepanjang 100 meter perempatan Jl.Jendral Sudirman dengan Jl.Dr.Cipto, sehingga angkutan umum tidak berjejalan dengan kendaraan lain yang membelok ke Jl.Dr.Cipto.
  • Pengelompokan lahan-lahan parkir untuk kendaraan umum yang sejenis agar lebih rapi.
Dengan kedua solusi sederhana di atas, maka akan terjadi volume lalu lintas yang lebih sedikit yang melintasi Jl.Dr.Cipto, sehingga kemacetan pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri akibat angkutan umum yang ngetem dan aktivitas pasar dapat terselesaikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar