Sabtu, 04 Juni 2011

“Demografi dan Karakteristik Kota”


Dalam perencanaan wilayah dan kota, faktor kependudukan merupakan salah satu aspek yang penting untuk diperhatikan. Penduduk merupakan obyek dari perencanaan yang merasakan langsung hasil perencanaan. Oleh karena itu, denganmelihat struktur penduduk maka kita dapat menentukan pendekatan-pendekatan untuk tujuan perencanaan. Perkembangan suatu kota juga sangat dipengaruhi oleh aspek kependudukan. Penduduk disini dapat diinterpretasikan ke dalam beberapa hal, yaitu struktur penduduk (sex ratio, age, household), distribusi penduduk, pertumbuhan, perubahan dan penyebab, mobilitas, komposisi penduduk, dan perilaku. Dengan menganalisis kependudukan suatu kota, maka kita dapat melihat fungsi kota tersebut sebagai apa.
Tidak semua daerah perkotaan memiliki kepadatan penduduk yang tinggi. Terkadang kita temukan bahwa salah satu kelurahan di daerah perkotaan memiliki jumlah penduduk yang sedikit. Maka, hal tersebut patut dipertanyakan. Mungkin ada suatu kondisi yang menyebabkan orang enggan untuk tinggal dan menetap di kelurahan itu meskipun terletak dekat dengan pusat kota. Sebaliknya, bila ada desa di daerah pinggiran kota memiliki kepadatan penduduk tinggi, maka dapat dipastikan desa tersebut memiliki potensi yang mampu mendatangkan orang untuk menetap.
Fenomena kependudukan seharusnya menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam mengembangkan wilayahnya. Bila pemerintah benar-benar memahami makna penduduk, seharusnya pemertintah melakukan kebijakan-kebijakan tertentu. Misalnya, tingginya angka penduduk usia kerja di suatu wilayah, maka pemerintah dapat mendayagunakan potensi tersebut dengan membuka lapangan pekerjaan yang merekrut banyak tenaga kerja yang muda dan berorientasi kerja tinggi.
Karakteristik secara bahasa artinya ciri-ciri. Tiap-tiap kota memiliki karakteristik masing-masing. Secara umum karakteristik kota dapat ditinjau berdasarkan aspek fisik, sosial, dan ekonomi. Kota ditinjau dari aspek fisik merupakan kawasan terbangun yang letaknya berdekatan dan terkonsentrasi dari titik tertentu sebagai pusatnya sampai dengan wilayah pinggirannya. Kota ditinjau dari aspek sosial merupakan kumpulan penduduk yang membentuk suatu komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas melalui konsentrasi dan spesialisasi tenaga kerja. Kota ditinjau dari aspek ekonomi memiliki fungsi sebagai penghasil produksi barang dan jasa untuk mendukung kehidupan penduduknya dan untuk keberlangsungan kota itu sendiri.
Kegiatan ekonomi di dalam suatu kota dapat berjalan salah satunya dengan adanya investasi yang terjadi di dalamnya. Tidak semua kota dapat dengan mudah diminati oleh para investor. Hal ini dikarenakan terjadi perbedaan potensi dan sumber daya di masing-masing kota. Ciri-ciri kota investasi adalah memiliki sumber daya yang potensial tentunya, serta proses perizinan yang mudah dan cepat. Kota yangpaling diminati investor di Indonesia adalah Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Di kota tersebut proses administrasi dan perizinan dilakukan dalam satu atap sehingga berjalan cepat dan tidak bertele-tele.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar