ABSTRAK
Sejak Kelurahan Tembalang dimasukkan ke dalam kategori peruntukkan lahan sebagai kawasan pendidikan di Kota Semarang, daerah ini berubah menjadi daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Aktivitas perdagangan melonjak naik dengan variasi barang dan jasa berbasis pada kegiatan pendidikan untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa. Dampak langsung yang dihasilkan dari terpusatnya kawasan pendidikan ini adalah menumpuknya limbah sisa perdagangan dan rumah tangga.
Sebagian besar masyarakat menggunakan sumur bor untuk mengambil sumber air yang berada pada lapisan batuan akuifer. Akan tetapi, masyarakat belum sadar bahwa sumber air tanah di Kelurahan Tembalang telah menunjukkan tanda-tanda penurunan kualitasnya. Pencemaran air tanah di kelurahan ini diakibatkan oleh sistem pengelolaan air limbah yang masih sangat sederhana, bahkan cenderung buruk. Selain itu, masyarakat masih kurang peduli terhadap lingkungan seperti membuang limbah yang dekat dengan sumber pengambilan air tanah, sehingga menyebabkan air tanah terkontaminasi oleh bahan-bahan kimia.
Dalam tantangan perencanaan pembangunan ke depan perlu memperhatikan unsur lingkungan, terutama tetap menjaga ketersediaan air tanah agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar. Masyarakat harus berperan penuh dalam pengembalian sumber daya air tanah yang telah hilang oleh ulah mereka sendiri. Pada akhrinya, air tanah harus kembali utuh dan jernih untuk menjamin keberlangsungan kehidupan manusia.
Kata Kunci : Air Tanah, Limbah, Pencemaran
PENGANTAR
Dalam perencanaan sebuah wilayah perkotaan dan pedesaan perlu memperhatiakan beberapa aspek, salah satunya adalah ketersediaan sumber air bersih. Ketersediaan air di dunia ini begitu melimpah, namun yang dapat dikonsumsi oleh manusia untuk keperluan air minum hanyalah 3% saja. Kelangkaan sumber daya air ini menyebabkan banyak penduduk yang terpaksa memanfaatkan air yang kurang bagus kualitasnya, terutama bagi wilayah yang sulit terjangkau jaringan air bersih akibat topografi yang curam. Tentu saja hal ini akan berakibat kurang baik bagi kesehatan masyarakat. Bila air tanah dan air permukaan tercemari oleh kotoran, secara otomatis kuman kuman tersebar ke sumber air yang dipakai untuk keperluan rumah tangga. “Dalam jangka panjang, air yang berkualitas kurang dapat mengakibatkan penyakit keropos tulang, korosi gigi, anemia, dan kerusakan ginjal. Hal ini terjadi karena terdapatnya logam-logam yang berat yang banyak bersifat toksik (racun) dan pengendapan pada ginjal” (Junaidi, 2002).
Kelurahan Tembalang merupakan daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi, namun ketersediaan air bersih masih belum tercukupi. Hal ini dikarenakan kurangnya sistem distribusi air dari PDAM yang belum menjangkau seluruh kebutuhan. Sebagian besar masyarakat dalam penyediaan air masih mengandalkan air tanah yang diperoleh melalui sumur artesis (sumur bor). Padahal, air yang terdapat di Kelurahan Tembalang sering tercemar oleh limbah rumah tangga maupun limbah dari kegiatan perekonomian menengah seperti warung makan, jasa cuci pakaian, jasa cuci motor dan mobil.
Untuk mengurangi dampak akibat penggunaan air tanah yang tercemar di Kelurahan Tembalang, perlu dilakukan identifikasi terhadap tanda-tanda, penyebab, dan dampak yang dapat timbul akibat penurunan kualitas air. Selanjutnya, ditemukan solusi dalam bidang perencanaan wilayah oleh pemerintah maupun peran serta masyarakat yang tepat sebagai upaya pencegahan terjadinya pencemaran air tanah yang lebih luas, sehingga ketersediaan air tanah dapat kembali bersih dan tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat.
PEMBAHASAN
Gambaran Umum Kelurahan Tembalang
Kelurahan Tembalang merupakan daerah yang termasuk ke dalam wilayah administrasi Kecamatan Tembalang, yang juga termasuk ke dalam kawasan pendidikan di Kota Semarang. Data statistik menyebutkan bahwa jumlah penduduk kelurahan ini ±5.679 jiwa dengan luas wilayah ±268 hektar. Akan tetapi, data tersebut masih kurang valid mengingat sebagian besar penduduk yang tinggal di kelurahan ini adalah mahasiswa luar kota. Hal tersebut menciptakan celah bagi para wiraswasta untuk membuka usaha yang mendukung kegiatan mahasiswa. Usaha perdagangan yang paling banyak tumbuh adalah usaha warung makan, jasa cuci motor, jasa cuci pakaian, jasa foto kopi, dan jasa persewaan kamar kos. Dari tahun ke tahun kawasan ini semakin banyak dihuni sehingga menjadi daerah dengan kepadatan penduduk tinggi.
Topografi daerah tembalang tergolong curam dan tidak merata. Hal ini berdampak pada distribusi air bersih dari PDAM di Kelurahan Tembalang yang masih belum maksimal. Terdapat beberapa daerah yang belum terjangkau jaringan air bersih PDAM. Sebagian besar masyarakat menyuplai kebutuhan air bersih dengan memanfaatkan air tanah. Air tanah yaitu sejumlah air di bawah permukaan bumi yang dapat dikumpulkan dengan sumur-sumur, terowongan, atau sistem drainase atau aliran yang secara alami mengalir ke permukaan tanah melalui pancaran atau rembesan. Air tanah di Kelurahan Tembalang diambil melalui pembangunan sumur bor (sumur artesis). Sumur artesis merupakan sumur yang mengambil air tanah sebagai sumber air. Kedalaman sumur artesis tergantung kedalaman air tanah di suatu kawasan, biasanya kedalaman sumur artesis antara 50-150 m dan berada pada lapisan batuan akuifer yang memiliki produktifitas tinggi dan penyebaran luas.
Penyebab Pencemaran Air Tanah
Pencemaran air adalah masuknya atau di masukannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkanya. Di Kelurahan Tembalang telah ditemukan tanda-tanda pencemaran air ini, terutama pada sumber air tanah. Air hasil pengambilan oleh sumur artesis berwarna keruh, dan terkadang berbau. Akan tetapi, masyarakat masih kurang mengerti terhadap dampak yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi air dengan kualitas buruk tersebut, sehingga mereka masih tetap mengkonsumsinya tanpa melakukan pengolahan terlebih dahulu.
Penyebab timbulnya tanda-tanda pencemaran yang terjadi di Kelurahan Tembalang adalah terkontaminasinya air tanah oleh limbah rumah tangga dan sisa hasil perdagangan. Budaya masyarakat yang belum peduli terhadap pentingnya menjaga lingkungan menyebabkan masyarakat membuang limbah seenaknya. Limbah hasil perdagangan dan rumah tangga tidak dikelola dengan baik. Saluran-saluran pembuangannya tidak terarah terhadap satu pusat pembuangan air limbah, sehingga terkadang pembuangan air limbah dekat dengan galian sumur artesis sebagai sumber air kebutuhan warga.
Limbah adalah segala jenis air buangan yang mengandung kotoran manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, buangan industri, dan buangan kimia. Limbah yang mengandung bahan plastik merupakan bahan yang tidak dapat diuraikan oleh dekomposer tanah. Sisa-sisa limbah tersebut mengendap dalam tanah dan terakumulasi. Hal tersebut diperparah dengan tercampurnya limbah dengan bahan kimia seperti detergen, sabun, parfum, dan kotoran manusia yang tidak terolah secara benar, sehingga limbah yang ada akan meresap ke dalam tanah. Apabila sumber resapan limbah dekat dengan sumber air, maka akan mengakibatkan terkontaminasinya air tanah.
Buruknya sistem pengelolaan air limbah pada suatu daerah dapat dikarenakan kurangnya peran pemerintah dalam hal pemenuhan sarana dan prasarana. Di Kelurahan Tembalang sendiri belum ada sistem pengelolaan air limbah yang memadai. Secara luas wilayah memang dirasa belum terlalu efisien bila diberadakan instalasi pengolahan air limbah. Akan tetapi, pemerintah seharusnya melakukan lebih banyak sosialisasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan, terutama sosialisasi bagaimana mengelola limbah rumah tangga dan perdagangan secara komunal yang dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Selain itu, regulasi yang ada belum terlalu ketat, sehingga masyarakat merasa acuh tak acuh terhadap lingkungan.
Dampak Akibat Pencemaran Air Tanah
Pencemaran air tanah dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan yang dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup dan lingkungan. Air tanah yang tercemar oleh sampah-sampah dan limbah akan mengandung bahan-bahan kimia yang dapat menurunkan kualitas air. Selain itu, terkandung banyak bakteri E. Colly dan Collyform. Apabila air tersebut tetap dikonsumsi, maka akan berdampak pada kesehatan manusia yang akan terganggu.
Bahaya terhadap penggunaan air tanah tercemar meliputi bahaya biologis dan bahaya kimia. “Bahaya biologis disebabkan oleh terdapatnya bakteri yang dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti diare, infeksi cacing, disentri (baik amuba dan bakteri), kolera, masalah lambung, penyakit tipus, dan penyakit kuning. Bahaya kimia disebabkan oleh terkandungnya bahan-bahan kimia dalam air yang dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti infeksi kulit, gangguan usus, gangguan hati, tulang dan sistem peredaran darah, kelahiran abnormal, anemia, kerusakan sumsum tulang, leukemia, kerusakan sistem saraf pusat, dan masalah karsinogenik” (Ghani, 2010). Apabila sebagian besar masyararakat terganggu kesehatannya, maka umur kehidupan akan lebih pendek. Bagi manusia yang hidup dan telah terkena bibit penyakit, maka produktivitasnya menurun akibat tidak mampu lagi bekerja dengan maksimal.
Selain masalah kesehatan, air tercemar akan mengakibatkan ketersediaan air bersih semakin sulit ditemukan. Meskipun ada, namun tidak dapat dimanfaatkan lagi sesuai peruntukkannya. Jika ingin dimanfaatkan maka diperlukan pengolahan khusus yang menyebabkan peningkatan biaya pengoperasian dan pemeliharaan. Di sisi lain, lingkungan akan menjadi kumuh terutama pada daerah yang merupakan sumber pencemaran air, yaitu tempat pembuangan limbah yang tidak dikelola dengan baik. Lingkungan yang kumuh menyebabkan lemahnya perekonomian akibat menurunnya tingkat investasi di daerah tersebut.
Pencemaran tanah juga mengakibatkan terganggunya ekosistem akibat matinya beberapa komponen tanah. Dalam tanah terdapat biota tanah yang dapat terkena dampak dari pencemaran air tanah tersebut. Dengan banyaknya zat pencemaran yang ada di dalam tanah, menyebabkan menurunnya kadar oksigen di dalam tanah. Beberapa jenis biota tanah seperti tumbuhan dan hewan penyubur yang ada dalam tanah akan mati karena kekurangan oksigen. Demikian pula apabila zat pencemar tersebut beracun dan berbahaya, maupun terjadinya kenaikan suhu tanah. Matinya beberapa biota tanah tersebut mengakibatkan rantai makanan yang ada akan terputus.
Sebagai penyedia utama unsur hara, limbah organik yang tercampur limbah kimia tidak mampu lagi mensuplai kebutuhan makanan biota tanah seperti pengurai dan cacing tanah. Meskipun tetap digunakan sebagai sumber makanan oleh beberapa biota tanah, unsur kimia yang terkandung akan menyebabkan biota tanah tidak bertahan lama. Matinya biota hewan tanah tersebut mengakibatkan kesuburan tanah menurun. Tanah yang tidak subur tidak akan mampu menghasilkan tanaman yang produktif untuk kebutuhan manusia. Apalagi, tanah merupakan media utama untuk menghasilkan bahan makanan pokok, oleh karena itu, manusia akan semakin sulit untuk mempertahankan hidup.
Upaya Pencegahan Pencemaran Air Tanah
Melihat betapa luasnya dampak yang diakibatkan oleh penurunan kualitas air tanah, maka perlu dilakukan suatu pencegahan dan penanggulangan terhadap masalah pembuangan limbah rumah tangga dan perdagangan agar tidak menimbulkan bahaya yang lebih besar di Kelurahan Tembalang. Dalam upaya pencegahan ini diperlukan kerjasama antara para stakeholder, terutama pemerintah dan masyarakat sebagai pelaku utama penyebab dan penerima dampak langsung kekurangan sumber air bersih akibat pencemaran air tanah. Beberapa upaya pencegahannya adalah :
1. Perbaikan sistem pengelolaan air limbah melalui kerja sama antara pemerintah dan swasta melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dan pendekatan teknis yang berupa penyediaan sarana dan prasarana Instalasi Pengelolaam Air Limbah (IPAL) skala rumah tangga dan perdagangan, dengan tetap dilakukan monitoring dan evaluasi.
2. Pembuatan skema lajur yang jelas mengenai saluran limbah yang berasal dari rumah tangga, bangunan kantor, sekolah, perdagangan, maupun bangunan lainnya agar limbah tidak menyebar kemana-mana yang dapat memperparah pencemaran lingkungan.
3. Penerbitan peraturan sekaligus sosialisasi peraturan yang digunakan sebagai landasan hukum bagi pengelola badan air maupun penghasil limbah dalam pengelolaan limbah rumah tangga maupun perdagangan.
4. Peningkatan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan bahaya yang timbul akibat pencemaran air.
5. Memperketat peraturan yang mendukung kelestarian lingkungan seperti perizinan mendirikan bangunan yang disertai dengan kontribusi pengelolaan limbahnya yang benar agar tidak merusak lingkungan.
6. Pemerintah sebagai penyedia dan penunjang kesejahteraan masyarakat seharusnya dapat meningkatkan pelayanan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) ke seluruh kawasan di Kelurahan Tembalang, sehingga penduduk lebih mudah mendapatkan air bersih tanpa harus membuat sumur artesis.
Mengembalikan Ketersediaan Air Tanah
Mengembalikan ketersediaan sumber daya air bersih, khususnya air tanah di lingkungan yang telah tercemar dapat dilakukan setelah ada perbaikan terhadap pengelolaan limbah itu sendiri. Peran masyarakat yang penuh sangat dibutuhkan, misalnya melalui gerakan cinta lingkungan. Masyarakat dituntut untuk memahami arti pentingnya menjaga lingkungan dengan cara tidak membuang sampah sembarangan yang dapat mengotori sumber air tanah. Dapat juga dengan memperluas area penghijauan yang berguna sebagai daerah resapan air yang mampu menyimpan cadangan air tanah dengan kandungan oksigen yang lebih sehat. Perbaikan sistem pengelolaan limbah secara mandiri juga perlu ditekankan agar lebih baik, terutama peletakan galian sumur bor perlu memperhatikan jaraknya dengan pusat penampungan limbah untuk mengurangi resiko terkontaminasinya air tanah dengan limbah yang menumpuk.
Kesimpulan
Di Kelurahan Tembalang pencemaran air tanah akibat limbah sisa perdagangan dan rumah tangga belum mencapai tingkat yang terlalu parah. Telah ditemukan tanda-tanda pencemaran sumber air tanah berupa air yang keruh dan berbau di beberapa tempat. Meskipun tanda-tanda pencemaran yang ada belum terlalu berbahaya, namun tetap diperlukan upaya pencegahan dan perbaikan pengelolaan air limbah di Kelurahan Tembalang. Dalam tantangan perencanaan pembangunan ke depan perlu memperhatikan masalah kelestarian lingkungan agar tidak merusak atau bahkan mengurangi ketersediaan air bersih, khususnya air tanah di Kelurahan Tembalang, yaitu dengan meningkatkan sarana dan prasarana pengelolaan air limbah serta memperketat izin mendirikan bangunan yang disertai dengan kontribusi pengelolaan limbahnya yang benar agar tidak merusak lingkungan. Manusia sebagai pelaku utama penyebab masalah dan pihak yang dirugikan juga harus meningkatkan kesadaran lingkungan dengan cara lebih menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan agar ketersediaan air tanah dapat kembali pulih untuk menjamin keberlanjutan kehidupan manusia di masa mendatang.
DAFTAR PUSTAKA
Bartlett, Sheridan. 2003. Water, Sanitation and Urban Children: The Need To Go Beyond “Improved”Provision. http://www.eau.sagepub.com.
Ghani, Arya. 2010. Mengubah Air Tercemar Menjadi Air Bersih, dalam Berita Unik : http://www.bertitaunik.net. Yogyakarta.
Junaidi, Ahmad. 2009. Mengapa Orang Miskin Minum Air Tercemar?, dalam Jendela Informasi dan Komunikasi. Vol V. Edisi 17. Hlm. 27-28. Yogyakarta.
Robert J. Kodoatie, dkk. 2002. Pengelolaan Sumber Daya Air Dalam Otonomi Daerah. Yogyakarta : Andi.